Harga Elpiji 3 Kg terus Naik



SragenNEWS – Meski Dinas Perdagangan sudah mengeluarkan warning agar pangkalan menahan diri untuk menunggu keputusan pemerintah soal harga elpiji, realita di lapangan harga gas elpiji 3 kilogram terus meroket. Setelah naik Rp 1.000 sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 22 Juni lalu, kemarin sejumlah pangkalan diam-diam kembali menaikkan harga hingga dua kali lipat.

Naiknya harga dari pangkalan itu diungkapkan sejumlah pengecer gas elpiji yang ada di kawasan Sragen Kota maupun di sejumlah wilayah kecamatan. Seorang pengecer di wilayah Gendingan, Sragen Kota, Ny Suwandi (43), menuturkan sejak kemarin harga beli elpiji 3 kilogram dari pangkalan kembali naik Rp 1.000 per tabung menjadi Rp 14.500/tabung. Kenaikan itu memang sedikit menyusahkan pengecer karena empat hari sebelumnya sudah naik Rp 750 dari harga eceran tertinggi (HET) awal Rp 12.750 menjadi Rp 13.500.

Nggak tahu kok naik lagi. Padahal kemarin (lusa) masih Rp 13.500, hari ini (kemarin) bapake saya suruh ambil sudah naik lagi jadi Rp 14.500. Kalau saya jualnya masih Rp 15.000, tapi ada juga yang jual Rp 16.000,” ujarnya, Kamis (27/6).

Ia juga mengaku tak habis pikir dengan keputusan pangkalan yang belum genap sepekan sudah naik dua kali. Namun saat ditanya alasan dari pangkalan menaikkan harga, menurutnya, pihak pangkalan tidak memberi penjelasan.

Sementara, Ny Siswadi, pengecer di wilayah Bangunsari, Sragen Kulon, menuturkan dalam dua hari terakhir harga dari pangkalannya juga kembali naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 15.000. Padahal sebelumnya, harga sudah naik dari Rp 12.750 menjadi Rp 14.000. Dengan kenaikan harga seperti itu, dirinya terpaksa menaikkan harga jual ke konsumen dari Rp 15.000 menjadi Rp 16.000 per tabung.

Sementara, salah satu pangkalan di Sragen Tengah, memilih bungkam saat mencoba dikonfirmasi wartawan. Sedangkan salah satu pangkalan PT Intigas di Bangunsari, justru menutup kantornya.

Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Heru Martono mengatakan sejak adanya kenaikan harga BBM, pihaknya sudah berupaya mengumpulkan paguyuban pangkalan dan mengingatkan seandainya menaikkan harga diupayakan masih dalam batas wajar. Namun, ia juga membenarkan jika hingga kini belum ada keputusan mengenai HET yang baru pasca kenaikan harga BBM.

“Mungkin kalau naiknya wajar saya kira nggak masalah karena elpiji juga nggak datang sendiri, butuh transportasi. Tapi semua pemain elpiji sudah saya ingatkan untuk tidak menaikkan sampai di luar kewajaran,” tandasnya.

Sumber ; Joglosemar.co





Posted on June 28, 2013

Leave a comment

Desktop Version
Powered by Mobile Domain

BACA SELENGKAPNYAclose