Sekolah Diharamkan Tarik Iuran Daftar Ulang

SragenNEWS – Dinas Pendidikan Sragen menegaskan proses pendaftaran ulang atau heregistrasi bagi calon siswa baru diselenggarakan gratis atau tanpa biaya. Oleh karenanya, pihak sekolah diimbau untuk tidak menarik atau memungut biaya apapun dalam menjalankan mekanisme daftar ulang yang menurut jadwal akan dimulai hari ini, Kamis (4/7) hingga Sabtu (6/7).

Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Joko Saryono. Kepada Joglosemar, Rabu (3/7), ia menyampaikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di semua sekolah negeri dilaksanakan secara gratis. Termasuk tahapan daftar ulang, juga tidak ada penarikan biaya apapun. “Pendaftaran gratis, lalu daftar ulang juga gratis. Kemarin para kepala sekolah juga sudah dikumpulkan untuk tidak membebani biaya apapun kepada calon siswa atau wali murid baru,” paparnya.

Penegasan itu dilontarkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sekolah-sekolah yang mengambil kesempatan atau memanfaatkan momentum daftar ulang untuk menarik iuran atau biaya. Oleh karenanya, pihaknya juga meminta wali murid atau calon siswa bisa melapor jika ada sekolah yang nekat menarik biaya untuk daftar ulang.

“Kami tegaskan, dinas melarang adanya pungutan atau tarikan apapun pada daftar ulang. Makanya kalau ada yang narik biaya, silakan lapor ke Dinas Pendidikan atau Dewan Pendidikan maupun DPRD,” urainya.

Joko menguraikan, berdasarkan tahapan PPDB yang sudah dijadwalkan, pendaftaran ulang untuk sekolah negeri mulai dari SD hingga SMA akan serentak digelar mulai tanggal 4-6 Juli. Sedangkan untuk sekolah swasta yang pendaftarannya secara offline, daftar ulang akan digelar tanggal 6-12 Juli.

Atas ketentuan tersebut, Ketua DPRD Sragen, Sugiyamto meminta agar semua sekolah utamanya yang berstatus negeri menaati aturan tersebut dan tidak melanggarnya. Pihaknya juga meminta Dinas Pendidikan atau Dewan Pendidikan aktif memantau serta mengawasi proses daftar ulang di sekolah-sekolah, mengingat momen itu sangat rentan dimanfaatkan pihak sekolah untuk menarik dana dari calon siswa.

“Kalau ada sekolah yang melanggar, ya kami minta harus ada sanksi tegas. Sekarang saatnya semua harus taat aturan, tidak boleh selintutan menerapkan kebijakan menarik iuran atau pungutan seenaknya,” tegasnya.

Sumber : Joglosemar.co





Posted on July 5, 2013

Leave a comment

Desktop Version
Powered by Mobile Domain

BACA SELENGKAPNYAclose